Pembelajaran Berbasis Robot


Pembelajaran Berbasis Robot


Teknologi telah berkembang dan masuk dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Peserta didik saat ini merupakan manusia digital yang hidup dan berkembang didampingi oleh smartphone dan komputer. Walaupun dalam hidup mengenal teknologi yang canggih, peserta didik tidak mengerti bagaimana teknologi bekerja dan hanya menjadi pengguna teknologi pasif. Kepasifan inilah yang menunjukkan kegagalan orang tua ataupun guru karena tidak melatih peserta didik untuk menggunakan teknologinya sebagai bahan untuk mengolah kreatifitas. (Eguchi, 2014).

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut guru untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi. Teknologi yang sudah ada diantaranya adalah robot. Namun, robot seringkali hanya digunkan untuk materi perkembangan teknologi saja, padahal terdapat beberapa mata pelajaran yang dapat menggunakan robot sebagai penyampai materi atau media pembelajarannya. Mata pelajaran tersebut antara lain Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika atau sering disebut dengan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic).






Penerapan ilmu robotika dalam pembelajaran STEM pada pendidikan dasar dinilai dapat melibatkan peserta didik secara kognitif, tingkah  lau dan emosional, sehingga dapat mempengaruhi motivasi peserta didik.
Robot, yang terlintas di otak kita ketika mendengar robot adalah alat mekanik yang menggunakan program yang telah di definisikan terlebih dahulu (kecerdasan buatan) dan bentuk fisik yang sekarang menyerupai manusia. Dahulu robot hanya dikenal untuk mainan bagi para anak kecil. Tapi sekarang hampir tidak ada orang yang tidak mengenal robot. Di karenakan robot mulai digunakan untuk membantu memberes-bereskan rumah, pekerjaan, dan sebagainya.
Namun pengertian robot tidaklah dipahami secara sama oleh setiap orang. Sebagian membayangkan robot adalah pengganti manusia dan menyerahkan segala tugasnya kepada robot. Karena robot diciptakan oleh manusia untuk bisa membantu manusia yang tidak bisa manusia lakukan. Maka dari itu sebagian manusia selalu mengandalkan robot.
Robot juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu kita tidak seharusnya terlalu mengandalkan robot sebagai pengganti atau menggantikan pekerjaan manusia meskipun sangat membantu kegiatan manusia.
Kelebihan :
1. Kestabilan dan peningkatan kualitas produk.
2. Variasi hasil produksi berkurang.
3. Jam kerja mendekati 24 jam/hari.
4. Dikurangi waktu pergantian pekerja.
5. Mengatasi masalah kurangnya tenaga terampil.
6. Penghematan sumber daya.
7. Penghematan material dan suku cadang.
Meskipun terlihat sangat menguntungkan bagi manusia, ternyata AI dinilai sangat berpotensi untuk menghasilkan sesuatu yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya. Banyak ahli komputer & teknologi, serta ilmuwan seperti Alan Turing, I.J. Good, Stephen Hawking, Marvin Minsky, Bill Gates, Elon Musk, Stuart Russell, Peter Norvig, dll. mengatakan bahwa perkembangan teknologi AI ini perlu diawasi banget, karena berpotensi untuk merugikan manusia di kemudian hari. Potensi kerugian manusia akibat AI antara lain:
·         Eksistensi manusia bisa punah karena dominasi AI. Tidak seperti manusia, robot atau mesin AI tidak terikat pada hambatan biologis. Robot AI bisa aja nyari sumber energi sendiri, dan mereka gak perlu khawatir akan deteriorasi fisik seperti yang dialami manusia.
·         AI bisa aja menjadi terlalu pintar, sehingga malah memperbudak manusia.
·         AI bisa meng-upgrade dan update dirinya sendiri, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mereka bisa memiliki kesadaran yang sama atau mendekati manusia.
·         Perkembangan AI bisa terjadi di luar dugaan. Saat ini terjadi, AI akan menjadi sulit untuk dikontrol oleh manusia.
·         Kekhawatiran lain yang juga cukup besar adalah bagaimana AI nantinya akan menghilangkan lapangan kerja manusia. Lo kebayang gak, kalo suatu hari nanti di sekolah udah gak ada lagi guru, tapi pengajarnya adalah robot. Pekerja konstruksi, pramusaji, dan banyak bidang pekerjaan lainnya yang akan digantikan oleh AI. Bahkan, gak cuma pekerjaan yang gue sebutin barusan, bidang pekerjaan yang sarat dengan estetika/bidang seni seperti musisi, komposer, penulis, desainer, dll. bisa aja nantinya diambil alih oleh AI. Ini sangat mungkin banget, loh, lo liat aja contoh si AI Iamus tadi.

Adapun yang menjadi permasalahan penulis pada pembahasan ini adalah :
1.      Bagaimana robotik dapat menjadi media pembelajaran atau simulator dalam pemelajaran matematika pada pendidikan dasar?

2.      Bagaimana cara mengatasi kekurangan atau dampak bahaya dari penggunaan robot dalam kehidupan kita di masa yang akan datang?

Komentar

  1. Pada permasalahan no 2,kita harus mampu menyesuaikan dengan perkmbngan zaman, kemampuan kita perlu ditingkatkan terutama dibidang teknologi. Teknologi dan manusia dua hal yg saling berkaitan.kalau manusianya gaptek, tentu manusia akan trtinggal

    BalasHapus
  2. 1. Kita bisa memprogram robot dengan play and learn dengan konsepbermain maka anak-anak di sekolah dasar akan sangat antusia dan lebih enjoy saat belajar sehingga materi yang ingin kita sampaikan tujuannya tercapai.

    BalasHapus
  3. Pada usia anak terjadi perkembangan motorik halus . Motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. Seperti, bermain puzzle, menyusun benda-benda membentuk pola yang diinginkan seperti robot , mobil, rumah , binatang dan sebagainya. Hal mempunyai pengaruh yaitu kemandirian dan rasa percaya diri anak dalam mengerjakan sesuatu, karena ia sadar akan kemampuan fisiknya.

    BalasHapus
  4. no. 2 kita harus menyesuaikan perkembangan zaman, bagaimana teknologi saat ini berkembang.. jika kita tidak update maka kita akan ketinggalan..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Berbasis AI

Pembelajaran Matematika Berbasis IOT