Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Berbasis AI


Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Berbasis AI

1. Pengertian Belajar

Belajar merupakan hal terpenting pada setiap orang karena dengan belajar orang bisa mencapai kualitas dalam hidupnya. Dan dengan belajar pula kita bisa menciptakan manusia yang berakhlak baik dan cerdas. Dan kini sistem belajar dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan. Banyak perubahan dari zaman dahulu hinga zaman sekarang dan sebagai contohnya, tujuan utama dari belajar sekarang bukanlah demi orang tua, nilai yang tinggi , diri sendiri ataupun guru namun saat ini yang ingin dicapai dari sekolah ialah mendapat manfaat yang bisa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan belajar zaman dulu dan zaman sekarang dapat dijelaskan sebagai berikut :



a. Alat bantu belajar
Bagi kamu para siswa sekitar tahun 1997-2000-an, pasti pernah mengalami rasanya belajar menggunakan papan tulis hitam, kapur, dan penggaris kayu. Selain itu, catatan pelajaranmu juga hanya menggunakan buku tulis. Di sisi lain, alat bantu belajar masa kini sudah menggunakan spidol dan papan tulis putih. Bahkan, banyak guru yang kini menerangkan materi melalui layar proyektor. Siswa pun diminta untuk membawa laptop ke sekolah, agar  dapat mengakses pelajaran materi dengan mudah. Selain lebih praktis, perkembangan ini memang mampu membantu seseorang belajar dengan lebih baik dan lebih detail.

b. Akses Pelajaran
Cara siswa mengakses pelajaran sekolah di zaman dulu sangatlah terbatas. Selain belajar di sekolah, biasanya siswa mengikuti kelas bimbingan belajar yang dipandu wali kelasnya. Lembaga-lembaga belajar memang sudah ada, tapi masih sedikit sekali. Mencari tutor pengajar yang punya kredibilitas baik juga sulit. Berbeda dengan masa sekarang, akses belajar sudah banyak ditawarkan dengan berbagai cara. Ada bimbingan privat sampai belajar online, harganya pun bervariasi dari yang ratusan ribu rupiah sampai puluhan juta!

c. Sumber informasi
Seorang siswa tentu membutuhkan sumber informasi untuk mendukung proses belajar, bukan? Tapi sayangnya, zaman dulu sangatlah sulit memperoleh referensi tambahan yang dapat memperkaya pengetahuan. Cara satu-satunya adalah dengan membaca buku atau koran. Sebaliknya, kini banyak sekali sumber pembelajaran yang bisa didapatkan. Selain buku, siswa juga bisa menonton video, membaca artikel di internet, hingga mengikuti beragam seminar. Apapun topik pelajarannya seperti matematika, geografi ataupun rocket science pasti tersedia sumbernya. Oleh karena itu, guru tidak lagi menjadi pengajar tapi lebih mengarah ke fasilitator yang memotivasi siswa untuk mencari sumber informasi sendiri.

2. Belajar Matematika

Belajar Matematika sudah diberikan sejak SD dari kelas satu hingga kelas enam, dan terus berlanjut. Mata pelajaran ini menjadi mata pelajaran pokok di setiap satuan pendidikan. Ada berbagai metode penyampaian yang digunakan oleh guru dengan tujuan agar lebih mudah diterima oleh siswa. Matematika telah menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa sekolah dasar sehingga membuat mata pelajaran ini beserta gurunya ditakuti oleh para siswa.

3. Cara Mengatasi Kesulitan Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah 

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu anak mengatasi kesulitan belajarnya. Beberapa pelatihan yang dapat mengurangi gangguan belajar, yaitu:
  1. Cobalah dengan menggunakan gambar ataupun cara lain untuk menjembatani langkah-langkah atau urutan dari proses keseluruhannya.
  2. Bisa juga dengan menyuarakan konsep matematis yang sulit dimengerti dan minta si anak mendengarkan secara cermat.
  3. Tuangkan konsep matematis ataupun angka-angka secara tertulis di atas kertas agar anak mudah melihatnya dan tidak sekadar abstrak. Atau kalau perlu, tuliskan urutan angka-angka itu untuk membantu anak memahami konsep setiap angka sesuai dengan urutannya.
  4. Tuangkan konsep-konsep matematis dalam praktek serta aktivitas sederhana sehari-hari.
  5. Sering-seringlah mendorong anak melatih ingatan secara kreatif, entah dengan cara menyanyikan angka-angka, atau cara lain yang mempermudah menampilkan ingatannya tentang angka.
  6. Pujilah setiap keberhasilan, kemajuan atau bahkan usaha yang dilakukan oleh anak.
  7. Lakukan proses hubungan antara konsep yang sedang diajarkan dengan kehidupan nyata sehari-hari, sehingga anak mudah memahaminya.
  8. Harus ada kerja sama terpadu antara guru dan orang tua untuk menentukan strategi belajar di kelas, memonitor perkembangan dan kesulitan anak, serta melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk memfasilitasi kemajuan anak. 
4. Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Berbasis AI

Dalam proses belajar mengajar akan lebih efektif bila dilakukan dalam situasi yang menyenangkan, baik bagi anak didik maupun guru. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bila guru mengajar dengan cara menyenangkan, anak didik pun menjadi ikut senang. Sebaliknya, bila anak didik sudah merasa senang, maka belajarpun menjadi semangat. Melihat anak didiknya antusias dalam belajar tentunya guru pun akan senang dan merasa puas bahwa proses pembelajaran berhasil dilakukan.
Artificial Intelegence (AI) merupakan suatu kecerdasan buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan saraf tiruan dan robotika.
Games adalah salah satu cara yang dapat menstimulus kecerdasan anak dengan cepat, dengan AI kita dapat menciptakan games matematika dengan tujuan kompetensi yang diharapkan kepada siswa dapat tercapai. Salah satu games matematika yang dapat mengubah paradigma siswa tentang matematika itu sulit akan sirna. Disini penulis akan menampilkan suatu games matematika kelas VIII dengan materi bangun ruang sisi datar.




Pada permasalah di atas, yang jadi kendala penulis adalah :
1.      Apakah games akan melemahkan kemampuan siswa dalam belajar matematika?
2.      Apa dampak positif dan negatif dari perkembangan AI dalam dunia pendidikan?
3.      Apakah kegunaan games matematika dapat mengubah paradigma siswa tentang matematika itu sulit ?

Komentar

  1. No3. Ya dengan games dapat mengubah paradigma siswa tentang matematika itu sulit kerena Media game terdiri dari unsur visual (dapat dilihat), audio (dapat didengar) dan gerak (dapat berinteraksi). Jadi media game ini dapat membangkitkan keingintahuan siswa dan proses belajar mengajar menjadi lebih menarik.

    BalasHapus
  2. * Menurut saya games tidak akan melemahkan kemampuan siswa dalam matematika, justru akan membantu atau meningkatkan minat belajar siswa dalam matematika.

    *sisi positifnya, siswa bisa belajar dengan bermain, menyelesaikan masalah matetikanya dengan games dan menemukan cara belajar nya sendiri dalam memahami setiap materi pelajaran matematika, dan sisi negatifnya jika sesuatu dilakukan dengan cara berlebihan maka hasilnya tidak akan baik, bisa jadi anak tersebut akan menjadi gamers addict,

    * games merupakan salahsatu cara merubah mindset siswa tentang matematika itu sulit, karena dunia anak adalah dunia bermain, setiap pelajaran adalah bermain dan dalam setiap permainan ada pelajarannya, apalagi moment seperti ini dilakukan pada tahap-tahap awal anak tumbuh kembang.

    BalasHapus
  3. Menurut saya, game tidak melemahkan kemampuan matematika. Dalam game siswa mampu berlatih untuk menyelesaikan masalah karna dalam game memiliki level2 yang harus diselesaikan untuk melanjutkan ke level selanjutnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Berbasis Robot

Pembelajaran Matematika Berbasis IOT